Kamis, 17 September 2015

Malu yang sesungguhnya


MALU, ANTARA IMAN DAN KESOMBONGAN
Sahabatku, “Rasa malu adalah sebagian dari iman”. Kalimat ini adalah sebagian dari sabda Nabi SAW. Namun terkadang kita mungkin sering salah dalam mengartikan dan menempatkan perasaan malu kepada keadaan yang sebenarnya. Sebagai contoh kita  merasa malu saat harus mengenakan pakaian yang tidak bermerek, kendaraan tempo dulu, Handphone jadul, dan seabreg perangkat lainnya atau yang ketinggalan zaman. Tetapi pernahkah kita bertanya kepada hati kecil kita, apakah ini rasa malu yang dimaksud oleh Rasulullah SAW ?
Padahal sesungguhnya rasa malu yang kita rasakan saat ini bukanlah malu yang diinginkan Rasulullah, tetapi rasa malu yang kita rasakan adalah suatu kesombongan dan ketakaburan. Kita selalu ingin dan harus dianggap berkelas dan tampil lux, selalu berkeinginan dianggap sebagai orang yang lebih dan memiliki keistimewaan diatas orang lain. Hal ini adalah kesombongan dan bukan malu yang diinginkan oleh Rasulullah SAW.
Sahabatku, malu yang disabdakan Rasulullah SAW adalah “Istahyu minallahi haqqol hayaa, yang mengandung makna “Malulah engkau kepada Allah, dengan malu yang sesungguhnya”. Kemudian para sahabat mengatakan, “Kami semua juga malu, Ya Rasulullah”. Sepertinya apa yang di fahami sahabat Rasulullah SAW sama  seperti yang pernah kita fahami, yaitu malu karena makan sederhana, malu punya pekerjaan sederhana.
Dikatakan oleh Rasulullah, Laisa dzaalikum, ” Bukan itu yang namanya malu “. Kemudian Rasululullah menjelaskan, “Sesungguhnya rasa malu itu ( yang merupakan sebagian dari iman ) adalah; Pertama, yaitu jika engkau menjaga kepalamu dan apa yang  dikandungnya”. Artinya menjaga mata, menjaga lidah, dan telinga. Kemudian yang kedua, “Jika engkau menjaga perutmu dan apa yang disekitarnya”. Artinya menjaga apa yang akan masuk ke dalam perut kita dan menjaga apa yang disekitar perut, yaitu kemaluan kita dari melakukan sesuatu yang keji.
Dari sini kita bisa pahami bahwa malu yang dimaksudkan Rasulullah SAW itu bukan malu dipandang orang, tetapi malu dipandang oleh Allah Swt. Apakah yang kita lakukan saat ini, Allah Ridho atau tidak ? Apakah Allah Cinta atau tidak ? Itulah malu yang sesungguhnya.
Dan saat inilah waktunya kita untuk koreksi diri ! Malu yang didalam diri kita itu malu yang seperti apa ? Jangan-jangan malu kita adalah kesombongan yang justru akan menjerumuskan kita kedalam kehinaan.
Sahabatku, oleh karena itu mari kita pupuk dan tumbuh suburkan malu kita kepada Allah. Jikalau memang kita harus malu kepada sesama manusia, hal itupun boleh maka sebatas itu tidak menjadikan Allah SWT murka. Hilangkan gengsi, hilangkan pamer, hilangkan hidup ‘wah’ karena itu semua adalah kesombongan yang menghantar kepada kerakusan, dan kerakusan akan menghadirkan kejahatan.
Maka, hiduplah secara sederhana, karena orang yang senantiasa berpegang kepada kesederhanaan, ia akan dapat menerima apa adanya dan mudah untuk mensyukuri nikmat Allah SWT.
Sahabatku. Mencari Pekerjaan itu yang penting halal, bukan yang penting banyak. Memakai Baju itu yang penting menutup aurat, bukan yang penting Glamour . Rumah itu yang penting bisa menjaga keluarga, bukan yang penting Megah. Ini adalah kunci keselamatan. Sebaliknya, orang yang hanya mementingkan kemewahan cenderung memaksakan diri, meskipun pendapatannya terbatas ia harus membeli baju yang mahal, rumah yang megah, dan kendaraan yang mewah, maka secara otomatis ia akan mudah terjerumus untuk mengambil tindakan  yang tidak diridhoi oleh Allah SWT . Itulah hilangnya rasa malu. Sungguh malu adalah benteng keselamatan kita.
Wallahu a’lam bissawab.

Narasumber : http://buyayahya.org/oase-iman/malu-antra-iman-dan-kesombongan.html

Kamis, 27 Agustus 2015

Pengalaman Pertama Fitness

Pengalaman pertama pergi ke Gym pasti gerogi apa lagi bila datang sendiri tanpa teman,tapi itu hal biasa yang pasti terjadi bila memulai sesuatu untuk pertama kali.
Orang awam yang belum kenal dunia fitness pasti bingung saat pertama masuk ruang fitness yang berisi alat-alat tempur(olah raga) dan beban besi yang bermacam-macam bentuk, tapi tiap gym pasti ada instruktur nya jadi tenang, kita bisa menanyakan tentang pola latihan dan cara kerja alat olah raga nya, tapi sedikit info nih kalo mau nanya komplit dan dilatih lebih serius kita harus daftar/bayar lagi sama Instruktur fitness nya, ikut program latihan private (biasanya gitu).
Bagi aku yang menghemat uang,jadinya aku pelajari pola latihan dan sebagainya melalui internet! , karna banyak kok yang bagi-bagi tips ngegym yang baik dan benar.

Yang pasti kalo kita pergi ke Gym kita harus perhatikan hal ini:
-Jangan cuek sama orang karna gak ada salah nya kita tegur orang lain siapa tau bisa jadi sohib.
-Jangan lupa bawa handuk buat lap keringat yang ada di tubuh dan yang nempel di alat fitness.
-Jangan main ambil/pake dumbbell/alat fitness sembarangan, siapa tau dumbbell itu masih di pake ama member lain jadi tanya dulu masih di pake atau enggak.
-Jangan kelamaan main Hp , biasanya orang ilangin gerogi pada maenin hp, entah maen apaan jadi di gym berjam-jam bukan buat olahraga tapi maen hp ama nonton tv(sebagian gym ada Tv).

Pada intinya kita jangan minder sama orang lain yang otot nya udah pada besar, angkatan beban nya udah di atas 50kg atau lebih dari 100kg! , percayalah mereka pun dulu memulai nya dari beban yang rendah dulu, yang penting pergi ke fitness itu harus dengan tekad yang kuat jangan cuma gaya-gaya doang,ingat ke fitness itu harus punya tujuan , kalo aku sih tujuannya untuk hidup sehat dan kuat dimasa tua nanti,
hidup sehat itu gak mahal kok tapi "Konsisten untuk olah raga" itu yang mahal !. 

#Daripada bayar mahal untuk penyakit.. "Think"


Rabu, 26 Agustus 2015

Hidup Singkat Rasa Abadi

Hidup ini singkat itu yang sering orang bilang tapi kebanyakan orang menjalani hidup seperti hidup ini selama-lamanya,contohnya banyak yang menjalani hidup semaunya tanpa memikirkan waktu yang terbuang dengan sia-sia.
Masa muda masa nya puas-puasin kebebasan? Tentu tidak!, masa muda adalah masa transisi dari anak-menuju dewasa, seharusnya ini dijadikan masa untuk mulai berfikir mau kemana tujuan hidup ini tentu tanpa melupakan Agama sebagai dasar dalam tujuan hidup ini.

Ingat Allah SWT telah berfirman dalam surat Al-'Asr, Ayat 1-3 yang artinya:
"Demi masa,sungguh! Manusia berada dalam kerugian,kecuali mereka yang beriman dan yang beramal sholeh,serta saling menasehati didalam kebenaran dan saling menasehati didalam kesabaran".

Maka mulailah berfikir untuk masa depan yang indah yang penuh berkah tanpa membuang waktu yang singkat ini dengan hal-hal yang sia-sia dan merugikan apa lagi dengan hal yang mendatang kan adzab Allah SWT.
Mulailah dari sekarang selagi nyawa masih di dalam raga dan ingat pintu taubat Allah SWT akan selalu terbuka sebelum nyawa berada di tenggorokan. Mari sama-sama memulai hidup yang lebih baik dan berarti untuk diri kita sendiri khususnya dan untuk orang lain umumnya.